Margasari – Pemerintah Kabupaten Tegal menggelar Bakti Sosial memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025 yang dipusatkan di SMP Negeri 3 Margasari, Minggu (07/12/2025). Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah bersama insan kesehatan dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Ketua Panitia Bakti Sosial HKN ke-61 Sarmanah Adi dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan HKN tahun ini mengusung tema nasional “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”. Tema tersebut menegaskan bahwa kesehatan generasi muda merupakan investasi terbesar bangsa untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Bakti sosial hari ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ini adalah bentuk pengabdian insan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan bakti sosial meliputi pelayanan kesehatan gratis, cek kesehatan gratis (CKG), skrining IVA dan pemeriksaan HPV DNA, pemeriksaan gigi anak sekolah, aksi bergizi bagi pelajar, pemeriksaan mata, pijat refleksi mata, serta edukasi penggunaan obat dan jamu yang aman. Kegiatan juga diramaikan dengan bazar pakaian layak pakai seharga dua ribu rupiah per potong.
Selain layanan kesehatan, panitia juga menyalurkan 350 paket sembako kepada warga Desa Prupuk Selatan, 33 paket bagi penyintas TBC, dan 25 paket bagi penyintas HIV/AIDS sebagai bentuk kepedulian kepada kelompok rentan.
Menurut Sarmanah, kegiatan ini diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri atas para direktur rumah sakit se-Kabupaten Tegal, pengurus organisasi profesi kesehatan, unsur Forkopimcam Margasari, Kepala Desa Prupuk Selatan, Kepala SMP Negeri 3 Margasari, serta seluruh insan kesehatan di Kabupaten Tegal.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Ruszaeni menegaskan tema HKN ke-61 ini bukanlah sekadar slogan, melainkan seruan untuk memperkuat investasi kesehatan generasi muda.
“Transformasi pelayanan kesehatan saat ini menekankan pada upaya promotif dan preventif, yaitu menjaga masyarakat agar tetap sehat. Kegiatan cek kesehatan gratis, skrining, dan edukasi hari ini merupakan langkah konkret menuju arah tersebut,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Tegal terus memfokuskan kebijakan pada penguatan pelayanan kesehatan dasar, penurunan stunting, transformasi layanan primer, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta penguatan ketahanan sistem kesehatan daerah.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman saat membuka acara mengatakan peringatan HKN ini menjadi ajang refleksi bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Peringatan HKN di sekolah ini menjadi simbol bahwa pendidikan dan kesehatan adalah dua fondasi utama kemajuan Kabupaten Tegal. Angka harapan hidup terus meningkat, dan penurunan angka stunting dari 21,5 persen menjadi 15,9 persen merupakan capaian yang patut kita syukuri,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tegal juga terus berupaya meningkatkan akses layanan kesehatan di wilayah pinggiran, termasuk di kawasan Kesambi, serta mendorong dukungan sarana prasarana untuk menunjang pelayanan publik.
Acara juga diisi penyerahan penghargaan Program Kesehatan Lingkungan STBM Award dan Swasti Saba Kabupaten/Kota Sehat kepada Bupati Tegal dari Kementerian Kesehatan yang dilanjutkan dengan testimoni para penyintas.
Salah satu penyintas TBC, Rina Wulandari, menyampaikan rasa syukurnya setelah dinyatakan sembuh usai menjalani pengobatan selama enam bulan.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tegal dan petugas kesehatan Puskesmas Kesambi yang telah mendampingi saya selama pengobatan hingga dinyatakan sehat,” ungkapnya haru.
Selanjutnya testimoni juga disampaikan Samsul Arifin, penyintas HIV asal Desa Margasari yang telah hidup berdampingan dengan HIV sejak tahun 2017. Ia menjelaskan bahwa dengan kepatuhan menjalani terapi ARV secara rutin, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tetap dapat hidup sehat dan produktif.
“HIV bukan akhir dari segalanya. Saya mengajak semua pihak untuk terus mendukung ODHA agar mendapatkan layanan kesehatan tanpa stigma,” pesannya.
Melalui peringatan HKN ke-61 ini, Pemerintah Kabupaten Tegal berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan semakin meningkat serta terwujud kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Salah satu warga penerima layanan cek kesehatan gratis, Nur Annisa (23), warga Desa Prupuk Selatan mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
“Program ini sangat membantu, terutama untuk pemeriksaan anak saya yang masih enam bulan. Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya. (ZS/hn)







