Slawi – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal resmi berganti. Ahmad Muhdzir kini melanjutkan estafet kepemimpinan Kemenag Kabupaten Tegal yang sebelumnya di pimpin oleh Muhammad Aqso. Pergantian pimpinan ini ditandai dengan acara Pisah Sambut yang digelar di Aula Al Ikhlas Kantor Kemenag Kabupaten Tegal pada Selasa (09/12/2025).
Dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud menyampaikan apresiasinya atas dedikasi dan pengabdian Aqso selama dua tahun tujuh bulan memimpin Kemenag Kabupaten Tegal.
Ia menilai kepimpinan Aqso berhasil menguatkan pembinaan umat, meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan, serta memperkokoh kerukunan dan moderasi beragama di Kabupaten Tegal.
“Selamat bertugas di tempat yang baru dan semoga pengabdian beliau selama ini menjadi amal jariyah,” ujarnya.
Kepada pemimpin yang baru, Amir menegaskan bahwa pihaknya siap berkolaborasi erat untuk memperkuat program-program keagamaan, meningkatkan kualitas pendidikan madrasah, serta memperluas layanan keagamaan yang cepat, mudah, dan tepat sasaran.
“Semoga kehadiran Bapak Muhdzir dapat menjadi energi baru bagi Kemenag Kabupaten Tegal untuk semakin responsif dan inovatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” harapnya.
Sebelumnya, Aqso mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas kerja sama yang terjalin selama bertugas di Kabupaten Tegal. Menurutnya, sinergi antara Kemenag dan Pemerintah Kabupaten Tegal selama ini telah berjalan sangat kuat dan memberikan dampak signifikan bagi program-program keagamaan di daerah.
“Dalam 2 tahun 7 bulan ini banyak hal yang kita lalui bersama. Fasilitasi dari Pemda Kabupaten Tegal luar biasa terutama dari dukungan anggaran,” ujarnya.
Terakhir, dirinya memohon undur diri dan meminta doa restu sebelum kembali bertugas di Kabupaten Brebes, daerah asal tempat ia memulai karier.
Sementara itu, Kepala Kemenag yang baru, Muhdzir menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan fondasi kuat yang telah dibangun pendahulunya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan institusi bukanlah hasil individu, melainkan kerja kolektif seluruh keluarga besar Kemenag bersama pemangku kepentingan.
“Kebaikan yang telah ditanamkan tidak bisa dilanjutkan seorang diri. Mari kita jadikan keluarga besar ini sebagai super tim yang bisa membawa Kabupaten Tegal luwih apik,” ujarnya. (EW/hn)








