Slawi – Guna memastikan kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran pelayanan publik selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kabupaten Tegal bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Tegal menggelar Rapat Koordinasi Pengamanan Peringatan Nataru di Ruang Rapat Bupati Tegal, Selasa (16/12/2025).
Dalam kesempatan ini, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menyampaikan bahwa pengamanan Nataru tahun ini dilaksanakan melalui Operasi Lilin Candi 2025 yang berlangsung mulai tanggal 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya menekankan pada aspek keamanan, tetapi juga mengedepankan profesionalisme, empati, pelayanan yang humanis, serta kehadiran personel di tengah masyarakat.
Terkait dengan itu, pihaknya telah menyiapkan 342 personel ditambah dengan dukungan 108 personal gabungan dari TNI, Dishub, Satpol PP, Dinkes, Damkar, BPBD dan PMI yang siap diterjunkan dalam Operasi Lilin Candi 2025.
Tidak hanya itu, Polres Tegal juga telah menyiapkan satu Pos Pelayanan Terpadu, satu Pos Terpadu, empat Pos Pelayanan dan empat Pos Pengamanan di titik-titik strategis, meliput Exit Tol Adiwerna, Rest Area Penarukan, Lebeteng, Kalicacaban dan Kertasari.
Serta di jalur tengah di Taman Rakyat Slawi Ayu, jalur objek wisata Guci yakni di Yomani dan Guci, jalur selatan di Klonengan dan jalur Pantura di objek wisata Purwahamba Indah (Purin).
Pengamanan juga difokuskan pada 27 gereja yang telah terdata, termasuk penyesuaian waktu ibadah dan sterilisasi tempat ibadah guna memberikan rasa aman bagi umat Kristiani.
“Operasi ini merupakan bentuk pelayanan publik untuk menjamin rasa aman, keselamatan, serta kelancaran aktivitas ibadah dan liburan masyarakat,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan bahwa pengamanan Nataru bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintah daerah dan masyarakat.
Ia pun mengapresiasi kesiapan Polres Tegal beserta dukungan TNI dan seluruh jajaran Forkopimda, OPD, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh lintas agama dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Di sini, Ischak menyoroti pentingnya pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan, khususnya jalur wisata Guci yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung sejak dimulainya libur sekolah pada 22 Desember 2025.
Pihaknya pun mendorong optimalisasi jalur alternatif menuju wisata Guci agar arus kendaraan tidak terpusat pada satu jalur utama.
“Selain aspek lalu lintas, kesiapan layanan kesehatan, termasuk penyiapan tenaga medis, rumah sakit rujukan, dan layanan ambulans yang siaga 24 jam juga harus benar-benar disiapkan,” tegasnya.
Seiring dengan itu, orang nomor satu di Kabupaten Tegal ini juga menekankan pentingnya stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Nataru. Dirinya pun meminta OPD terkait untuk melakukan pemantauan ke pasar tradisional dan swalayan guna memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.
Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud menyampaikan bahwa libur Nataru tahun ini bertepatan dengan libur sekolah sehingga berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat, kepadatan lalu lintas, serta aktivitas di pusat keramaian dan objek wisata.
Terkait dengan itu, Amir membeberkan sejumlah langkah strategis dalam pengamanan Nataru tahun ini, diantaranya pengaturan jam operasional, rekayasa lalu lintas, pengamanan jalur darat dan laut, serta pengawasan tempat hiburan malam, hotel, restoran, dan objek wisata agar beroperasi sesuai ketentuan.
Selain juga, pengendalian peredaran minuman beralkohol dan petasan yang tentunya harus menjadi perhatian guna mencegah gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh OPD Kabupaten Tegal untuk menyiapkan personel siaga, meningkatkan edukasi keselamatan berlalu lintas, kewaspadaan bencana sesuai peringatan BMKG terkait potensi hujan lebat dan angin kencang, serta menyusun laporan evaluasi sebagai bahan perbaikan pengamanan Nataru di tahun-tahun berikutnya.
Di samping juga, terus memperkuat pelayanan informasi dan pengaduan masyarakat agar respons terhadap laporan masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Semoga melalui sinergitas antarinstansi ini perayaan Nataru dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya. (EW/hn)








