Suradadi – Guna membantu penanganan penderita celah orofasial dari keluarga tidak mampu, RSUD Suradadi di Hari Ulang Tahunnya yang ke-16 menggandeng organisasi nirlaba Smile Train Indonesia dan Ngabila Care menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis.
Celah orofasial merupakan merupakan kelainan bawaan berupa celah bibir, celah pada palatum atau langit-langit mulut, atau keduanya. Kejadian ini adalah salah satu jenis kelainan kongenital (cacat lahir) dan kraniofasial (kelainan pada tulang kepala dan wajah) yang paling umum terjadi di masyarakat, meskipun meskipun tidak ada angka yang pasti terkait berapa jumlah penderitanya.
Sebanyak 27 penderita celah bibir dan langit-langit berhasil ditangani lewat program operasi bibir sumbing gratis oleh tim medis dari Smile Train Indonesia di RSUD Suradadi pada Selasa (16/12/2025).
Direktur RSUD Suradadi Isriyati menjelaskan pasien yang mendapat layanan operasi gratis ini sebanyak 11 pasien berasal dari Kabupaten Tegal dan 16 pasien dari luar Kabupaten Tegal.
Isriyati mengungkapkan, kerja sama pihaknya dengan Smile Train dalam kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing gratis ini sudah berjalan rutin sejak tiga tahun yang lalu.
Sementara itu, dr. Yantoko Sp.BP-RE, seorang dokter spesialis bedah plastik yang bertindak sebagai ketua tim bedah plastik dan rekonstruksi untuk operasi bibir sumbing dan langit-langit mengatakan RSUD Suradadi merupakan mitra strategi pihaknya dan menjadi bagian dari misi kemanusiaan program Smile Train Indonesia.
“Hari ini saya kembali hadir di RSUD Suradadi untuk menjalankan misi kemanusiaan, bertepatan dengan HUT RSUD dan Hari Kesehatan Nasional. Catatan kami, sebanyak 27 pasien telah terdaftar untuk menjalani operasi hari ini,” kata Yantoko.
Ia mengungkapkan bahwa sejak tahun 2010, dirinya bersama tim telah menangani sekitar 7.000 pasien bibir sumbing. Secara nasional, Smile Train telah membantu lebih dari 125.000 pasien di Indonesia.
Menurutnya, operasi ini bukanlah akhir dari proses penanganan, karena komunikasi dan pendampingan pascaoperasi sangat penting untuk memastikan pemulihan pasien berjalan optimal. Selain tindakan pembedahan, Smile Train juga memberikan dukungan berupa terapi wicara dan perbaikan gizi bagi pasien.
Sebelumnya, Staf Ahli Bupati Tegal Bidang Nurhapid Junaedi saat membuka acara mengatakan kegiatan bakti sosial ini merupakan ikhtiar medis yang tidak hanya berfungsi mengembalikan fungsi rongga mulut untuk makan, berbicara, dan bernapas, tetapi juga mengembalikan estetika yang akan meningkatkan kepercayaan diri pasiennya.
Menurutnya, dukungan orang tua dan lingkugan keluarga pasien ikut menentukan keberhasilan pascaoperasi, terutama dalam memberikan dukungan, kasih sayang, dan kedisiplinan dalam proses pemulihannya..
“Kegiatan bakti sosial ini sejalan dengan visi pembangunan kita dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif, merata, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Terima kasih kami sampaikan kepada Yayasan Smile Train Indonesia dan Ngabila Care,” kata Nurhapid.
Ditemui secara terpisah usai mendampingi buah hatinya menjalani operasi bibir sumbing, Tarnoto (45), warga Desa Sigentong, Kecamatan Suradadi mengungkapkan rasa syukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya.
“Ini adalah operasi kedua anak saya di RSUD Suradadi. Tahun 2024 lalu kami mengikuti operasi bibir sumbing, dan di tahap kedua ini operasi langit-langit. Informasi adanya program ini kami dapatkan dari bidan desa,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Muhammad Kusmanto, warga Desa Gombong, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang. Ia mengetahui informasi adanya program operasi gratis ini lewat media sosial dan merasa terbantu di tengah keterbatasan finansial keluarganya.
“Saya tahu informasi ini dari facebook. Dari sana saya cari kontak rumah sakit sampai akhirnya bisa bergabung di grup WhatsApp RSUD Suradadi. Sebagai orang tua, tentu saya merasa kasihan melihat kondisi anak kami sebelum dioperasi,” kata Kasmanto.
Dengan digelarnya bakti sosial ini semakin banyak anak-anak maupun orang dewasa yang bisa kembali tersenyum bahagia. (ZS/hn)








