Semarang – Pemkab Tegal kembali membuktikan keberhasilannya dalam pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) yang terintegrasi melalui pendekatan Corporate University (Corpu) dengan penerapan sistem pengembangan kompetensi berbasis digital, pemanfaatan aplikasi, serta inovasi pembelajaran yang berkelanjutan.
Dari keberhasilannya ini, Pemkab Tegal meraih peringkat lima kategori kabupaten dan kota se-Jawa Tengah di ajang bergengsi Bangkom Award Jawa Tengah Tahun 2025 dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Gedung Sasana Widya Praja BPSDMD provinsi Jawa Tengah, Rabu (17/12/2025).
Ditemui usai menerima penghargaan, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tegal Mujahidin menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil transformasi pengembangan kompetensi ASN yang tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan terintegrasi melalui digitalisasi sistem.
Terkait dengan itu, Mujahidin mengaku saat ini pihaknya juga telah menghadirkan inovasi pembelajaran berkelanjutan melalui program Kamis Belajar yang diperuntukkan bagi seluruh ASN di lingkungan Pemkab Tegal.
“Setiap Kamis, ASN mengikuti kegiatan pembelajaran dengan tema-tema yang relevan dan bermanfaat untuk menunjang tugas kedinasan di masing-masing perangkat daerah. Program inilah menjadi salah satu inovasi yang dinilai positif oleh BPSDMD Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya.
Menurutnya, capaian peringkat kelima ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengembangan kompetensi ASN. Ke depan, pihaknya menargetkan penguatan regulasi Corpu melalui peraturan bupati (Perbup), pengembangan aplikasi, serta sistem pembelajaran mandiri bagi ASN.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa naik peringkat tiga. Kami akan terus memperkuat penyelenggaraan Corpu agar pengembangan kompetensi ASN semakin terintegrasi dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah Uswatun Hasanah saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, atas komitmen dan inovasi dalam pengembangan kompetensi ASN.
Menurut Uswatun, Bangkom Award ini tidak hanya sekadar ajang penghargaan, tetapi juga pemantik semangat untuk melahirkan inovasi yang berdampak nyata.
“Tahun 2025, Jawa Tengah berhasil meraih BKN Award sebagai provinsi terbaik dalam penerapan manajemen talenta berbasis sistem merit. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi dan kerja keras semua pihak, sekaligus amanah yang harus terus dijaga melalui peningkatan kompetensi ASN,” ujarnya.
Uswatun menegaskan bahwa ASN merupakan motor penggerak utama pemerintahan sehingga kapasitas, kapabilitas, dan integritasnya harus terus dikembangkan untuk menjawab tantangan zaman, dinamika kebijakan, serta tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.
Sehingga, ia berharap melalui peran strategis Jateng Corpu para perangkat daerah mampu bertransformasi menjadi organisasi pembelajar yang melahirkan ASN profesional, inovatif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas, sejalan dengan semangat Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah.
Terakhir, ia mengajak seluruh ASN untuk tidak hanya berfokus pada proses administrasi, tetapi juga capaian kinerja yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti percepatan penanganan stunting, penguatan ekonomi lokal, serta peningkatan pelayanan dasar.
“Bangkom Award ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi pemantik semangat untuk terus berakselerasi mencetak Smart ASN di Jawa Tengah,” pungkasnya. (EW/hn)








