Kedungbanteng – Langit malam Waduk Cacaban tampak gemerlap saat ratusan lampion berhasil ditebangkan pengunjung dan tamu undangan acara Cacaban Ekraft Festival 2025 pada Sabtu (13/12/2025). Penerbangan lampion dari kertas minyak dengan bahan bakar minyak tanah ini menjadi pemuncak acara pameran produk ekonomi kreatif.
Rangkaian Cacaban Ekraft 2025 sendiri sudah berlangsung sejak siang hari dengan menggelar pameran dan bazar produk ekonomi kreatif, business forum and tourism investment, pertunjukan seni budaya, doa bersama, dan hiburan rakyat.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengatakan, festival tahunan ini diharapkan mampu menyedot animo lebih banyak wisatawan yang datang dan berkunjung ke Waduk Cacaban, selain mendorong pemasaran dan promosi produk ekonomi kreatif dari pelaku UMKM.
Hal ini mengingat jumlah kunjungan wisatawan ke tahun 2024 lalu mencapai 42.964 orang dengan pemasukan retribusi ke pendapaan asli daerah atau PAD sebesar Rp348.935.400. Sementara tahun ini hingga bulan November 2025, jumlah kunjungan wisatawan baru 28.630 orang dengan penerimaan retribusi Rp254.190.000.
“Data ini menunjukkan perlunya langkah strategis untuk mengantisipasi penurunan jumlah wisatawan, salah satunya dengan menggelar event semacam ini hingga menarik minat investasi untuk pengembangannya ke depan,” ungkapnya.
Di sisi lain, destinasi wisata Waduk Cacaban merupakan rumah bagi 52 pelaku UMKM kuliner, jasa wisata hingga kerajinan yang eksistensinya sangat bergantung pada tingkat kunjungan wisatawan. Oleh sebab itu, penyelenggaraan festival ataupun event-event lainnya dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pariwisata Waduk Cacaban.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal Akhmad Uwes Qoroni menjelaskan pelaksanaan Cacaban Ekraft Festival keempat kali ini mengusung tema Romantisme Cacaban. Tema ini merefleksikan keindahan alam Waduk Cacaban, kehangatan kehidupan masyarakat sekitar, sekaligus semangat kreativitas dari para pelaku ekonomi kreatif.
Sejumlah stan kuliner makanan dan minuman menyuguhkan aroma dan rasanya yang beragam, termasuk stand produk kriya dan fesyen tampil memikat. Sementara pertunjukan seni menghadirkan denyut budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Tidak hanya menjadi ajang hiburan, festival ini juga menjadi ruang temu antara kreativitas, promosi, dan peluang usaha.
Malam pun mencapai puncaknya ketika Bupati Tegal yang hadir bersama Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud serta unsur Forkopimda bersama masyarakat secara serentak menyalakan dan menerbangkan ratusan lampion. (ZS/hn)








