Rabu, Maret 11, 2026
  • Beranda
  • Profil
    • Struktur Organisasi
    • Visi dan Misi
    • Profil Pejabat
      • Bupati dan Wakil Bupati Tegal
      • Sekretaris Daerah
  • Tupoksi
    • Sekretaris Daerah
    • Asisten Setda
      • Asisten Pemerintahan
      • Asisten Ekbang
      • Asisten Administrasi
    • Bagian Setda
      • Bagian Pemerintahan
      • Bagian Hukum
      • Bagian Kesra
      • Bagian Ekbang
      • Bagian Pengadaan Barang dan Jasa
      • Bagian Organisasi
      • Bagian Perencanaan dan Keuangan
      • Bagian Prokompim
      • Bagian Umum
  • Layanan
    • SI JAMPANG
      • Informasi Ruang
      • Alur Peminjaman Ruang
      • Jadwal Pemakaian Ruang
      • Peminjaman Ruang
      • Konfirmasi
    • JDIH
      • Perda
      • Perbup
  • Galeri Foto
  • PPID
  • Download
  • Beranda
  • Profil
    • Struktur Organisasi
    • Visi dan Misi
    • Profil Pejabat
      • Bupati dan Wakil Bupati Tegal
      • Sekretaris Daerah
  • Tupoksi
    • Sekretaris Daerah
    • Asisten Setda
      • Asisten Pemerintahan
      • Asisten Ekbang
      • Asisten Administrasi
    • Bagian Setda
      • Bagian Pemerintahan
      • Bagian Hukum
      • Bagian Kesra
      • Bagian Ekbang
      • Bagian Pengadaan Barang dan Jasa
      • Bagian Organisasi
      • Bagian Perencanaan dan Keuangan
      • Bagian Prokompim
      • Bagian Umum
  • Layanan
    • SI JAMPANG
      • Informasi Ruang
      • Alur Peminjaman Ruang
      • Jadwal Pemakaian Ruang
      • Peminjaman Ruang
      • Konfirmasi
    • JDIH
      • Perda
      • Perbup
  • Galeri Foto
  • PPID
  • Download
No Result
View All Result
Sekretariat Daerah
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Banjir Bandang Kembali Terjang Wisata Guci, Pemkab Tegal Ambil Langkah Cepat Tangani Dampak

Admin Humas by Admin Humas
Januari 24, 2026
Banjir Bandang Kembali Terjang Wisata Guci, Pemkab Tegal Ambil Langkah Cepat Tangani Dampak

Plh. Bupati Tegal dan jajaran Forkopimda langsung meninjau lokasi banjir bandang yang terjadi pada Sabtu dini hari (24/01/2026) sebagai bentuk respons cepat.

Share on FacebookShare on Twitter

Bumijawa – Kawasan Wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal kembali diterjang banjir bandang. Bencana ini terjadi hanya selang satu bulan setelah kawasan tersebut mengalami kerusakan serius pada Desember 2025, khususnya di sekitar Pancuran 13 yang baru saja selesai diperbaiki. Peristiwa banjir bandang tersebut terjadi pada Sabtu dini hari (24/01/2026).

Peninjauan ke lokasi terdampak banjir bandang di kawasan Wisata Guci dihadiri oleh Plh. Bupati Tegal, Ahmad Kholid, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Kepala BPBD, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Akhmad Uwes Qoroni, unsur camat, serta jajaran Forkopimda dan perangkat daerah terkait sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam memastikan penanganan darurat, keselamatan masyarakat, serta langkah pemulihan pascabencana berjalan optimal.

Banjir bandang kali ini dilaporkan memiliki dampak lebih besar. Sejumlah infrastruktur vital rusak berat, termasuk jembatan penghubung utama menuju area pemandian air panas, sehingga aktivitas wisata dan mobilitas warga terganggu.

Menanggapi kondisi tersebut, Plh. Bupati Tegal Ahmad Kholid menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang kembali menimpa ikon wisata unggulan Kabupaten Tegal. Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan wisatawan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

BacaJuga

Pemkab Tegal Gelar “Tegal Luwih Apik” Innovation Award 2025

Pemkab Tegal Perkuat Strategi 4K Jaga Stabilitas Harga Jelang Idulfitri

“Ternyata dampaknya lebih besar. Jembatan di Curug Jedor hilang, kemudian yang di Pancuran 13 juga hilang. Kami sangat prihatin dengan keadaan ini, dan untuk sementara kawasan tersebut kami tutup terlebih dahulu demi keselamatan bersama,” ujar Ahmad Kholid saat meninjau lokasi bencana.

Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Kabupaten Tegal memutuskan menutup sementara dua titik wisata favorit, yakni Pancuran 13 dan Pancuran 5. Penutupan dilakukan hingga kondisi dinyatakan aman dan stabil.

Sebagai bentuk empati kepada para pengunjung, Pemkab Tegal juga menggratiskan tiket masuk Kawasan Wisata Guci selama masa pemulihan. Kebijakan ini diambil untuk menghindari kerumunan di titik rawan sekaligus memberikan ruang bagi proses penanganan darurat.

“Ticketing yang di depan untuk sementara kami tiadakan. Jadi tidak ada tiket masuk ke puncak dulu. Ini semata-mata demi keselamatan masyarakat dan wisatawan,” jelas Ahmad Kholid.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan solusi sementara agar aktivitas warga tetap dapat berjalan. Salah satunya dengan membangun jembatan bailey sebagai akses alternatif.

“Kami akan bangun jembatan Bailey di sini, karena yang tersedia hanya satu dan kami pilih lokasi ini. Sementara yang di Pancuran 13 kami tutup total. Kami mohon kesabaran para pedagang dan masyarakat agar dapat memahami kondisi ini,” imbuhnya.

Ahmad Kholid juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil. Menurutnya, mitigasi risiko harus menjadi perhatian bersama agar tidak terjadi korban jiwa di kemudian hari.

“Cuaca masih belum aman. Kewaspadaan ini penting agar potensi kejadian yang tidak diinginkan dapat kita hindari bersama,” tegasnya.

Dari hasil pendataan sementara, banjir bandang yang dipicu hujan ekstrem sejak 22 hingga 24 Januari 2026 menyebabkan sedikitnya tiga jembatan utama putus. Jembatan tersebut merupakan akses vital dari area parkir menuju kawasan pemandian, termasuk di Curug Jedor dan area wisata Pancuran 13.

Selain itu, satu unit alat berat jenis ekskavator, sejumlah lapak pedagang milik warga, serta pagar pembatas di sepanjang aliran sungai dilaporkan hanyut atau rusak berat akibat derasnya arus. Kondisi tersebut mendorong aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah pengamanan guna mencegah risiko lanjutan di kawasan wisata.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menegaskan bahwa langkah penutupan Kawasan Pancuran 13 telah dilakukan sejak dini hari sebagai upaya pencegahan.

“Sejak dini hari Pancuran 13 sudah kami tutup setelah jembatan roboh. Kami bersama Forkopimda, BPBD, dan camat terus berkolaborasi untuk memastikan keselamatan masyarakat dan menjaga agar aktivitas warga tetap dapat berjalan sebatas kondisi yang memungkinkan,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian yang terjadi seluruhnya bersifat material.

“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada korban jiwa. Dampaknya hanya kerusakan material,” tambahnya.

Terkait penyebab banjir bandang, AKBP Bayu menjelaskan bahwa hujan yang terjadi memiliki durasi panjang meskipun intensitasnya tidak terlalu tinggi.

“Hujan sudah terjadi sejak Kamis sore, meningkat sekitar pukul 21.00 WIB, dan berlanjut hingga dini hari. Curah hujannya tidak ekstrem, tetapi berlangsung terus-menerus, sehingga debit sungai meningkat dan akhirnya meluap,” jelasnya.

Sementara itu, kesaksian warga setempat memperkuat gambaran dahsyatnya banjir bandang tersebut. Ketua RT setempat Suritno menyebut banjir terjadi dalam dua gelombang besar pada dini hari.

Menurutnya, gelombang pertama terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, air mulai naik dan menggeser sisa bangunan rumah warga yang sebelumnya pernah terdampak banjir.

“Saya sempat memperingatkan pemilik motor di area Pancuran 13 agar segera memindahkan kendaraannya karena air terus naik,” tutur Suritno.

Gelombang kedua yang lebih besar terjadi sekitar pukul 01.30 WIB dan menjadi puncak banjir. Suara gemuruh air bercampur material longsor terdengar sangat keras hingga radius sekitar 250 meter ke arah permukiman warga.

“Itu yang paling besar. Suaranya keras sekali. Air baru mulai surut sekitar pukul 02.30 WIB, meskipun hujan masih deras,” katanya.

Akibat terjangan banjir, dua jembatan dilaporkan hancur setelah tertabrak material kayu besar yang terbawa arus dan membendung aliran sungai. Longsor juga terjadi di sekitar bantaran sungai, disertai dentuman keras yang sempat membuat warga panik. Selain itu, jaringan pipa air bersih milik warga ikut hanyut, menyebabkan terganggunya pasokan air bersih di Desa Guci.

Sebagai langkah cepat, Suritno bersama perangkat lingkungan langsung melakukan woro-woro untuk membangunkan warga di RT 01, 02, dan 03 agar segera waspada. Ia juga menginstruksikan para pemuda setempat untuk berjaga di sepanjang aliran sungai guna memantau kondisi air selama situasi masih gelap.

Hingga kini, Pemkab Tegal terus melakukan asesmen lanjutan dan penanganan darurat di lokasi terdampak. Pemerintah daerah menyatakan akan menunggu arahan lebih lanjut dari Bupati Tegal yang dijadwalkan kembali dari ibadah umrah, guna menentukan langkah strategis jangka menengah dan panjang dalam penanganan Kawasan Wisata Guci pascabanjir bandang. (ZA/MA)

Tags: banjir bandangPemkabTegalwisataguci
Next Post
Hadapi Ancaman Hidrometeorologi, Relawan Bencana Perkuat Kesiapsiagaan

Hadapi Ancaman Hidrometeorologi, Relawan Bencana Perkuat Kesiapsiagaan

Recommended.

PMI Kabupaten Tegal Bakal Perjelas SOP Bulan Dana dan Bulan Pelajar 2020

PMI Kabupaten Tegal Bakal Perjelas SOP Bulan Dana dan Bulan Pelajar 2020

September 29, 2020
Pemkab Tegal Siapkan Rp 30 Juta untuk Peraih Emas Porprov Jateng 2023

Pemkab Tegal Siapkan Rp 30 Juta untuk Peraih Emas Porprov Jateng 2023

Agustus 1, 2023

Trending.

Banjir Bandang Kembali Terjang Wisata Guci, Pemkab Tegal Ambil Langkah Cepat Tangani Dampak

Banjir Bandang Kembali Terjang Wisata Guci, Pemkab Tegal Ambil Langkah Cepat Tangani Dampak

Januari 24, 2026
Bupati Tegal Naikkan Insentif Guru Ngaji di Tahun 2026

Bupati Tegal Naikkan Insentif Guru Ngaji di Tahun 2026

Maret 5, 2026
Sekda Amir Tinjau Lokasi Huntara Korban Tanah Bergerak Padasari, Tunggu Rekomendasi Geologi

Sekda Amir Tinjau Lokasi Huntara Korban Tanah Bergerak Padasari, Tunggu Rekomendasi Geologi

Februari 11, 2026
Ketua MPR RI Tinjau Jembatan Ekoproyo dan Lokasi Tanah Bergerak di Kabupaten Tegal

Ketua MPR RI Tinjau Jembatan Ekoproyo dan Lokasi Tanah Bergerak di Kabupaten Tegal

Februari 16, 2026
Pemkab Tegal dan BNPB Percepat Pembangunan 456 Huntara di Padasari

Pemkab Tegal dan BNPB Percepat Pembangunan 456 Huntara di Padasari

Februari 19, 2026
Sekretariat Daerah

Jl. Dr. Soetomo No. 1 Slawi, Kode Pos 52417 | Telp. (0283) 491764 - 65 Fax. (0283) 491670

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • Struktur Organisasi
    • Visi dan Misi
    • Profil Pejabat
      • Bupati dan Wakil Bupati Tegal
      • Sekretaris Daerah
  • Tupoksi
    • Sekretaris Daerah
    • Asisten Setda
      • Asisten Pemerintahan
      • Asisten Ekbang
      • Asisten Administrasi
    • Bagian Setda
      • Bagian Pemerintahan
      • Bagian Hukum
      • Bagian Kesra
      • Bagian Ekbang
      • Bagian Pengadaan Barang dan Jasa
      • Bagian Organisasi
      • Bagian Perencanaan dan Keuangan
      • Bagian Prokompim
      • Bagian Umum
  • Layanan
    • SI JAMPANG
      • Informasi Ruang
      • Alur Peminjaman Ruang
      • Jadwal Pemakaian Ruang
      • Peminjaman Ruang
      • Konfirmasi
    • JDIH
      • Perda
      • Perbup
  • Galeri Foto
  • PPID
  • Download

© 2025 Prokompim Setda Kabupaten Tegal – All Right Reserved.