Jatinegara — Bupati Tegal menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tegal dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Istighosah Jum’at Manis di Pondok Pesantren Al-Adalah, Desa Padasari, Kamis (12/02/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Forum Komunikasi Pondok Pesantren ini dirangkaikan dengan haflah khairussanah Pondok Pesantren Al-Adalah dan Al-Adalah 2 serta doa bersama bagi keselamatan masyarakat pascabencana. Acara turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, santri, serta masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Bupati Ischak Maulana Rohman menyampaikan keprihatinan atas bencana tanah bergerak yang merusak ratusan rumah, fasilitas pendidikan, dan tempat ibadah di Desa Padasari.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tegal, kami turut prihatin atas musibah ini. Pemerintah akan terus hadir mendampingi masyarakat melalui pemenuhan layanan dasar, pangan, kesehatan, hingga pendidikan darurat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menyampaikan keluhan dan aspirasi kepada pemerintah daerah sehingga kebutuhan warga dapat segera ditindaklanjuti. Bupati berharap doa bersama tersebut menjadi ikhtiar agar bencana segera berakhir tanpa menimbulkan dampak lanjutan.
“Mari kita berdoa agar bencana ini segera berakhir dan tidak ada lagi rumah, sekolah, maupun tempat ibadah yang rusak,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Bupati turut menyampaikan perkembangan rencana relokasi warga terdampak. Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyiapkan calon lahan hunian sementara (huntara) di Desa Capar melalui mekanisme pinjam pakai.
“Alhamdulillah, lahan relokasi telah tersedia. Pembangunan huntara segera dimulai setelah proses administrasi selesai, dengan fasilitas dasar seperti ruang keluarga, kamar, kamar mandi, dan tempat ibadah,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 863 unit rumah terdampak dari sekitar 1.200 rumah di Desa Padasari. Pemerintah menargetkan pembangunan huntara dimulai dalam waktu dekat.
Bupati juga mengapresiasi Pondok Pesantren Al-Adalah yang tetap menjaga keberlangsungan pendidikan santri di tengah situasi bencana.
“Di tengah keterbatasan, pesantren tetap mengutamakan pendidikan santri. Hal ini patut diapresiasi. Semoga mereka menjadi generasi saleh dan salehah,” ungkapnya.
Istighosah Jum’at Manis berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan serta ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, Bupati berharap semangat gotong royong masyarakat Desa Padasari semakin kuat dalam menghadapi pemulihan pascabencana dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Tegal. (ZS/MA)








