Bumijawa – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengajak insan pers mempromosikan kawasan wisata Guci sebagai destinasi yang aman dikunjungi pascabencana dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tingkat Jawa Tengah yang digelar di Aula Guci Asyafana, Bumijawa, Jumat (13/02/2026).
Kegiatan ramah tamah tersebut dihadiri hampir 100 wartawan dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Turut hadir pada acara itu unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, pimpinan BUMD Kabupaten Tegal, Ketua PWI Jawa Tengah, serta Ketua PWI Kabupaten Tegal.
Dalam sambutannya, Bupati Tegal menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat datang kepada pengurus PWI Jawa Tengah dan kabupaten/kota yang hadir di kawasan wisata Guci. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri tasyakuran HPN sebelumnya akibat berbagi tugas dengan Wakil Bupati.
Bupati menjelaskan kawasan wisata Guci telah dua kali terdampak banjir bandang yang berpengaruh terhadap citra pariwisata daerah. Sebagai langkah percepatan pemulihan, Pemerintah Kabupaten Tegal memberlakukan pembebasan tiket masuk kawasan wisata selama hampir satu bulan.
“Pemulihan ini penting bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor wisata,” tegasnya.
Selain fokus pada pemulihan sektor wisata, Pemerintah Kabupaten Tegal juga menangani bencana tanah bergerak di Desa Padasari yang menjadi perhatian berbagai pihak.
“Bencana di Padasari telah ditinjau berbagai pihak dan menjadi perhatian bersama,” imbuhnya.
Sementara itu, kerusakan infrastruktur akibat banjir berdampak pada kawasan Pancuran 13 dan Pancuran 5 yang kini direncanakan dibangun kembali dengan konsep lebih representatif.
“Kami menyiapkan pembangunan jembatan baru di Pancuran 13 yang juga menjadi spot foto ikonik,” kata Bupati.
Ia juga menginstruksikan penataan pipa air panas secara rapi dan terintegrasi demi menjaga estetika kawasan wisata.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati kembali mengajak insan pers turut mempromosikan Guci sebagai destinasi wisata yang aman dan layak dikunjungi.
“Melalui karya jurnalistik, saya mengajak pers menyampaikan bahwa Guci aman dikunjungi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pers memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengawasan pembangunan sekaligus penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Pers merupakan mitra strategis dalam pengawasan pembangunan dan penyampaian informasi,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tegal Akhmad Uwes Qoroni menyampaikan kawasan wisata Guci konsisten menjadi penyumbang terbesar retribusi pariwisata daerah.
“Kontribusi Guci mencapai sekitar 90 persen dari total retribusi pariwisata daerah,” jelasnya.
Ia memaparkan capaian retribusi sebesar Rp12,4 miliar pada 2024, meningkat menjadi Rp13,8 miliar pada 2025, dan ditargetkan mencapai Rp16 miliar pada 2026.
Lebih lanjut, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo memastikan situasi keamanan kawasan wisata tetap kondusif sehingga wisatawan tidak perlu khawatir untuk berkunjung.
“Guci tetap aman dikunjungi meski sempat ramai diperbincangkan akibat banjir bandang,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana mengajak wartawan mempromosikan potensi wisata melalui karya jurnalistik dan konten digital.
“Saya mengajak wartawan menulis pesona alam Guci serta memproduksi konten digital untuk publikasi,” katanya.
Rangkaian HPN 2026 tingkat Jawa Tengah berlanjut pada Sabtu dengan agenda sarasehan, kegiatan edukatif, pelestarian alam, pengenalan konsep wellness tourism, serta kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di sekitar Guci. (ZS/MA)








