Jatinegara – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani meninjau langsung lokasi jembatan putus di Desa Bengle, Kecamatan Talang, serta titik bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Senin (16/02/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pemantauan progres penanganan bencana yang hasilnya akan dilaporkan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pengambilan kebijakan lanjutan.
Dalam kunjungannya, Muzani didampingi jajaran kementerian, anggota DPR RI, serta Pemerintah Kabupaten Tegal. Peninjauan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak bencana akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Di lokasi pertama, rombongan meninjau Jembatan Ekoproyo yang terputus akibat derasnya arus Sungai Gung pada Selasa malam (10/02/2026). Jembatan yang dikenal masyarakat sebagai “jembatan merah” tersebut merupakan salah satu infrastruktur penting bagi mobilitas warga. Dalam dialog bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat, warga berharap jembatan segera diperbaiki agar aktivitas ekonomi dan sosial kembali berjalan normal.
“Masyarakat tetap berharap jembatan ini dapat dibangun kembali karena sangat penting bagi mobilitas warga,” ujar Muzani.
Selanjutnya, rombongan meninjau Desa Padasari yang terdampak fenomena tanah bergerak. Pemerintah Kabupaten Tegal bersama instansi terkait telah melakukan pendataan serta menyiapkan langkah mitigasi. Berdasarkan kajian ahli geologi, wilayah terdampak tidak direkomendasikan untuk dijadikan hunian maupun aktivitas lainnya.
“Lokasi ini tidak direkomendasikan untuk ditempati, baik untuk tempat tinggal, kegiatan ibadah, pendidikan, maupun aktivitas lainnya, karena kondisi tanahnya tidak stabil menurut ahli geologi,” jelas Muzani.
Ia menambahkan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di wilayah lain.
“Saya kira ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua untuk tetap waspada terhadap potensi bencana serupa di berbagai daerah,” tambahnya.
Dalam rangkaian kunjungan, Ketua MPR RI juga meninjau lahan relokasi di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, seluas sekitar lima hektare yang disiapkan sebagai alternatif penanganan jangka panjang bagi warga terdampak.
Bencana tanah bergerak di Desa Padasari mengakibatkan kerusakan pada permukiman warga serta sejumlah fasilitas umum. Pemerintah Kabupaten Tegal bersama TNI, Polri, BNPB, relawan, dan masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan dan evakuasi untuk memastikan keselamatan warga terdampak.
Sementara itu, Bupati Tegal menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat melalui kunjungan kerja tersebut. Pemerintah daerah berharap dukungan lintas sektor dapat mempercepat pemulihan infrastruktur serta penanganan dampak bencana bagi masyarakat terdampak.
Hingga saat ini, aparat dan relawan masih bersiaga di lokasi untuk memastikan keamanan warga serta memantau kemungkinan pergerakan tanah susulan. Pemerintah Kabupaten Tegal berkomitmen terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam percepatan rehabilitasi, relokasi, serta penyediaan hunian sementara bagi masyarakat terdampak. (AR/MA)








