Bojong – Pemerintah Kabupaten Tegal alokasikan dana Belanja Tidak Terduga atau BTT APBD Kabupaten Tegal Tahun 2026 senilai Rp500 juta untuk memperbaiki ruas jalan Batunyana-Danasari yang ambles pada Selasa (20/01/2026) lalu.
Informasi tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Bupati Tegal Ahmad Kholid saat meninjau langsung lokasi amblesnya ruas jalan penghubung wilayah Bojong-Jatinegara di Desa Gunungjati, Kecamatan Bojong pada Kamis (22/01/2026).
Menurut Kholid, amblesnya ruas jalan tersebut disinyalir karena sejumlah faktor alam di antaranya curah hujan dengan intensitas tinggi yang terus menerus mengguyur wilayah Kecamatan Bojong serta adanya aliran air di bawah permukaan tanah.
Akibat kejadian tersebut, tanah di ruas jalan ini mengalami penurunan sekitar 1,5 meter dengan panjang mencapai 50 meter yang mengakibatkan akses utama masyarakat terganggu.
Bahkan hingga saat ini, kondisi jalan hanya memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda dua. Sementara untuk kendaraan roda empat atau lebih tidak dapat melintas ke ruas jalan ini dan terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif dengan jarak dua kilometer guna mencegah terjadinya kecelakaan maupun memperparah kerusakan.
Terkait dengan itu pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal telah melakukan koordinasi dan langkah cepat untuk menangani kerusakan infrastruktur tersebut.
“Kami akan melakukan penanganan secara bertahap. Di waktu dekat ini, kami akan melakukan pengeprasan badan jalan dan peningkatan kualitas jalan dengan anggaran kurang lebih Rp500 juta,” ujarnya.
Selain perbaikan badan jalan, Kholid menyampaikan jika pihaknya juga akan melakukan penelusuran sumber aliran air di hulu. Upaya tersebut diharapkan bisa mencegah terjadinya peristiwa serupa di kemudian hari.
Terlebih, ruas jalan ini memiliki peran penting sebagai penghubung antarwilayah sehingga prioritas perbaikan akan diutamakan.
“Kami berkomitmen melakukan penanganan secara cepat, terukur, dan berkelanjutan demi menjamin keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu warga Desa Gunungjati Maarif Hidayatulloh (35) menerangkan bahwa peristiwa seperti ini pernah terjadi sebelumnya namun tidak separah kali ini.
“Mobilitas warga memang sangat terganggu. Sehingga kami berharap jalan ini bisa diperbaiki dan diperkuat agar tidak ambles lagi,” tambahnya. (EW/MA)








