Slawi – Pemerintah Kabupaten Tegal mengapresiasi penyaluran bantuan modal usaha untuk mustahik produktif binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah yang dinilai sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi kerakyatan di daerah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tegal Endro Nor Susilo yang mewakili Bupati Tegal dalam kegiatan penyerahan bantuan modal usaha mustahik produktif Baznas Provinsi Jawa Tengah di Grand Dian Hotel Slawi, Jumat (23/1/2026).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tegal, kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh jajaran Baznas Provinsi Jawa Tengah. Kami mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian sosial sekaligus komitmen Baznas dalam mendorong kemandirian ekonomi umat,” ujar Endro.
Ia menegaskan, bantuan modal usaha yang disalurkan kepada mustahik produktif memiliki nilai strategis karena bersifat pemberdayaan, bukan sekadar bantuan konsumtif. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas perlu terus diperkuat karena sejalan dengan kebijakan Pemkab Tegal dalam pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi kerakyatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kepada para penerima bantuan, kami berpesan agar bantuan ini dimanfaatkan secara amanah dan digunakan sesuai peruntukannya. Harapannya, bantuan ini menjadi titik awal untuk bangkit mandiri, bahkan ke depan mampu bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah Ahmad Darodji, menyampaikan bahwa program zakat produktif yang dijalankan Baznas Jawa Tengah mendapat apresiasi dan pujian dari DPR RI Komisi VIII. Ia menyebut Jawa Tengah sebagai salah satu daerah dengan pendistribusian zakat produktif terbaik karena dampaknya yang nyata bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, Baznas Provinsi Jawa Tengah berfokus pada dua program utama, yakni pelatihan kerja dan bantuan modal usaha. Hingga kini, lebih dari 16 ribu orang telah mendapatkan pelatihan kerja dan 16 ribu lainnya menerima bantuan modal usaha, sehingga total penerima manfaat program produktif Baznas di Jawa Tengah mencapai lebih dari 120 ribu orang.
“Bantuan ini bersifat hibah, tanpa pengembalian dan tanpa bunga. Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan secara sungguh-sungguh untuk mengembangkan usaha, disertai inovasi, pelayanan yang baik, serta pemanfaatan teknologi dan pemasaran,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran pendamping sebagai garda terdepan dalam memastikan keberhasilan mustahik. Keberhasilan mustahik hingga mampu mandiri bahkan menjadi muzakki disebutnya sebagai indikator keberhasilan program Baznas.
Pada kesempatan tersebut, Baznas Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan modal usaha produktif senilai Rp378 juta kepada 120 mustahik di Kabupaten Tegal secara simbolis.
Salah satu penerima manfaat, Nur Cholisoh, warga Desa Tanjungharja, pelaku usaha budi daya jamur, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
“Alhamdulillah, bantuan modal dari Baznas ini sangat membantu usaha saya. Insyaallah akan saya gunakan untuk menambah sarana produksi dan mengembangkan budi daya jamur agar hasilnya lebih maksimal. Terima kasih kepada Baznas dan Pemerintah Kabupaten Tegal atas perhatian dan pendampingannya,” ujarnya. (AD/MA)








