Kedungbanteng – Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Pemerintah Kota Tegal dan Kabupaten Brebes berkomitmen membangun Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kecamatan Margasari sebagai solusi penanganan sampah regional. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid saat kegiatan Tarawih dan Silaturahmi (Tarhim) di Desa Dukuhjati Wetan, Kecamatan Kedungbanteng, Rabu (04/03/2026) malam.
Komitmen pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut sebelumnya telah ditandai dengan penandatanganan pernyataan kesiapan pembangunan PSEL oleh Bupati Tegal bersama Bupati Brebes dan Wali Kota Tegal.
Penandatanganan tersebut dilakukan sebelumnya pada Rabu (04/03/2026) di King Royal Hotel Brebes sebagai komitmen bersama dalam mengembangkan pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan di wilayah Tegal Raya.
PSEL direncanakan dibangun di Desa Margaayu, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, di atas lahan seluas sekitar 8 hektare. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi solusi pengolahan sampah di wilayah Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes.
“Alhamdulillah, ada investor dari Tiongkok yang sudah menandatangani nota kesepahaman dengan kami. Insya Allah antara bulan Juni hingga Juli pembangunannya mulai dilaksanakan. Jika sudah terbangun, sebagian persoalan sampah di Kabupaten Tegal dapat teratasi,” ujar Ahmad Kholid.
Dalam pernyataan kesiapan tersebut, pemerintah daerah juga berkomitmen untuk mengumpulkan dan mengangkut sampah ke fasilitas PSEL selama masa operasional.
Pemerintah Kabupaten Tegal menyiapkan dukungan anggaran untuk kegiatan pengumpulan dan pengangkutan sampah dengan potensi timbulan sekitar 400 ton per hari. Selain itu, pemerintah daerah akan mengintegrasikan rencana pembangunan PSEL dalam dokumen perencanaan daerah dan rencana induk persampahan serta menyiapkan regulasi terkait retribusi pelayanan kebersihan.
Selain menyampaikan rencana penanganan sampah regional, Wakil Bupati juga memaparkan sejumlah program pembangunan daerah kepada masyarakat.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tegal mengalokasikan anggaran pembangunan jalan sebesar Rp2,36 miliar untuk wilayah Kecamatan Kedungbanteng. Pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran pemeliharaan jalan sebesar Rp640 juta menjelang Idulfitri untuk memperbaiki ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“Menjelang Idulfitri nanti, jalan yang rusak akan diperbaiki melalui pemeliharaan rutin. Kami menargetkan perbaikan selesai sebelum lebaran agar masyarakat yang pulang dari luar kota dapat melintas dengan nyaman,” jelasnya.
Kepala Desa Dukuhjati Wetan Mohammad Apriyanto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tegal atas pembangunan infrastruktur di wilayahnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah dapat membantu peningkatan jembatan penghubung antara Desa Dukuhjati Wetan, Kecamatan Kedungbanteng, dan Desa Rancawiru, Kecamatan Pangkah agar dapat dilalui kendaraan roda empat sehingga memudahkan akses masyarakat menuju pasar dan pusat pendidikan. (AB/MA)








