Talang — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 Kodim 0712/Tegal di Desa Getaskerep, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal resmi ditutup pada Rabu (11/03/2026). Seluruh sasaran kegiatan, baik fisik maupun nonfisik, berhasil diselesaikan 100 persen sesuai target waktu dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Upacara penutupan digelar di Lapangan Desa Getaskerep dan dipimpin oleh Komandan Kodim 0712/Tegal Letkol Inf. Rachmat Ferdiantono selaku Inspektur Upacara. Bupati Tegal pada kesempatan tersebut diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal, Susprianti.
Dalam sambutannya, Susprianti menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan infrastruktur di Desa Getaskerep. Sejumlah sasaran fisik berhasil diselesaikan, di antaranya pengecoran jalan sepanjang 350 meter dan 100 meter, pengerasan jalan makadam sepanjang 100 meter, serta pembangunan talud sepanjang 55 meter.
Ia menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta membuka akses yang lebih luas bagi aktivitas ekonomi dan sosial di desa.
“Infrastruktur yang telah dibangun diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta membuka akses yang lebih luas bagi kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat desa,” ujar Susprianti.
Selain kegiatan fisik, program TMMD juga diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesadaran masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, pencegahan narkoba dan kenakalan remaja, pelayanan keluarga berencana dan kesehatan, penanganan stunting, serta pemberdayaan masyarakat.
Menurut Susprianti, rangkaian kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter kebangsaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah pedesaan.
“Program TMMD ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial diharapkan terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tegal untuk terus mendorong pemerataan pembangunan desa melalui berbagai program pembangunan, termasuk pelaksanaan TMMD pada tahap-tahap berikutnya di wilayah Kabupaten Tegal.
Pada kesempatan yang sama, Inspektur Upacara Letkol Inf. Rachmat Ferdiantono membacakan amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro yang menegaskan bahwa program TMMD merupakan wujud sinergi antara TNI, kementerian, pemerintah daerah, dan Polri dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya daerah tertinggal, terpencil, serta wilayah yang terdampak bencana.
Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa TMMD Reguler ke-127 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”. Tema ini menegaskan pentingnya peran desa sebagai fondasi pembangunan nasional sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing.
“Saya berharap seluruh hasil pembangunan yang telah dicapai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya juga menitipkan pesan agar seluruh hasil pembangunan yang telah dikerjakan bersama dapat dipelihara dan dirawat sehingga memiliki masa pakai yang panjang,” katanya.
Adapun total anggaran pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I ini bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp380.000.000 dan APBD Kabupaten Tegal sebesar Rp182.602.000, dengan total anggaran mencapai Rp562.602.000. Program tersebut dilaksanakan selama satu bulan, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026.
Dengan selesainya pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I ini, masyarakat Desa Getaskerep diharapkan dapat merasakan manfaat nyata dari hasil pembangunan yang telah dilaksanakan secara gotong royong, sekaligus menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. (AD/MA)







