Bupati Tegal Sebut Pesantren Jadi Benteng Moral Generasi Muda di Era Digital

Diupload 14 Mei 2026   |   Oleh Admin Humas
Thumbnail

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menghadiri Haflah Lil Ikhtitam Wat Tasyakkur dan Haul Masyayikh 1447 H/2026 M di Pondok Pesantren Al-Fatih, Desa Karangmulya, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Kamis (14/5/2026).

Bojong -  Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan pentingnya peran pondok pesantren sebagai benteng moral generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital dan media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Haflah Lil Ikhtitam Wat Tasyakkur dan Haul Masyayikh 1447 H/2026 M di Pondok Pesantren Al-Fatih, Desa Karangmulya, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Kamis (14/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Al-Fatih mewisuda ratusan santri tahfidz Al-Qur’an dan pengkaji kitab kuning. Acara juga dihadiri ulama nasional KH. Said Aqil Husin Al Munawar dan KH. Muhammad Faiz Syukron Ma’mun, jajaran Forkopimda, perangkat daerah, wali santri, serta ribuan masyarakat.

Para santri yang diwisuda telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz bil ghaib serta pengkajian sejumlah kitab klasik, di antaranya Alfiyah Ibnu Malik, Al-Amrithy, Aqidatul Awam, Al-Maqshud, Tuhfatul Athfal, dan Amtsilah Tashrifiyah.

Dalam sambutannya, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Al-Fatih atas kontribusinya dalam membangun fondasi keilmuan dan akhlak generasi muda di Kabupaten Tegal.

Menurut Ischak, keberadaan pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak-anak di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh media sosial.

“Di tengah arus media sosial, berita hoaks dan berbagai pengaruh negatif, pondok pesantren menjadi benteng yang memberikan fondasi ilmu dan akhlak yang kuat bagi anak-anak kita agar siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Bupati juga mengucapkan selamat kepada para santri dan santriwati yang diwisuda. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pondok pesantren dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.

“Semoga para santri dan santriwati yang hari ini diwisuda bisa menjadi cahaya bagi keluarga, lingkungan dan masyarakat, serta memberikan manfaat bagi dunia maupun akhirat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ischak turut mengajak masyarakat menyukseskan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal yang puncaknya akan berlangsung pada 18 Mei 2026. Ia juga memohon doa agar Kabupaten Tegal semakin maju, masyarakatnya sejahtera, berilmu, dan mampu menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Said Aqil Husin Al Munawar mengatakan lulusan pesantren kini semakin mendapat pengakuan dalam sistem pendidikan nasional, termasuk melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Menurut Said Aqil, lulusan Pesantren atau Madrasah Aliyah memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi dan program studi. Peluang beasiswa juga terbuka luas, terutama bagi santri penghafal Al-Qur’an.

Adapun KH. Muhammad Faiz Syukron Ma’mun menyampaikan bahwa santri memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga akhlak, adab, dan ilmu di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.

Menurutnya, keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari hafalan atau banyaknya kitab yang dipelajari, tetapi juga dari sejauh mana ilmu tersebut diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan guru, orang tua, dan masyarakat sebagai bagian dari keberkahan ilmu.

“Santri hari ini harus mampu menjadi generasi yang alim, berakhlak, rendah hati dan mampu memberi keteladanan di tengah masyarakat. Ilmu tanpa akhlak akan kehilangan makna,” tuturnya.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat. Sejumlah wali santri tampak mengabadikan momen saat para santri menerima syahadah dan penghargaan di atas panggung. (ZS/MA)

Powered by Froala Editor

Tags : pemkab tegal bupati tegal pondok pesantren