Slawi – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan seluruh aspek pengamanan dan pelayanan publik selama masa Idul Fitri 1447 H/2026 M harus disiapkan secara terintegrasi dan optimal. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pengamanan Hari Raya Idul Fitri di Ruang Rapat Bupati, Selasa (24/02/2026).
“Saya ingin seluruh jajaran benar-benar memastikan masyarakat merasa aman dan terlayani dengan baik selama Idul Fitri. Tidak boleh ada celah dalam pengamanan maupun pelayanan,” tegasnya.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk kelancaran arus lalu lintas dan transportasi, menjadi prioritas utama. Ia meminta seluruh infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan daerah dipastikan dalam kondisi mantap guna mendukung mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik.
“Pastikan jalan-jalan dalam kondisi baik. Jangan sampai ada kerusakan yang menghambat mobilitas warga,” ujarnya.
Selain itu, Ischak menginstruksikan pengawasan terpadu terhadap peredaran bahan pangan di seluruh pasar, baik tradisional maupun modern. Pengawasan rutin diperlukan untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga.
“Masyarakat harus mendapatkan bahan pokok yang layak dan aman dikonsumsi,” imbuhnya.
Terkait layanan kesehatan dan kebencanaan, ia meminta seluruh jajaran siaga penuh. Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, PMI, hingga BPBD diminta bersiaga 24 jam, terutama mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga pekan kedua Maret.
Orang nomor satu di Kabupaten Tegal tersebut juga menegaskan agar BPBD tetap menyiagakan pos darurat, meskipun saat ini masih menangani bencana di Padasari. Koordinasi dengan PLN, Pertamina, dan Telkom turut menjadi perhatian guna memastikan layanan dasar seperti listrik, BBM, dan telekomunikasi tetap andal selama Hari Raya.
“Pastikan tidak ada gangguan layanan yang merugikan masyarakat saat Idul Fitri,” tandasnya.
Untuk memastikan kesiapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Forkopimda akan meninjau langsung sejumlah pos pengamanan. Ischak menyatakan ingin memastikan kesiapan personel sekaligus pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
“Berikan pelayanan yang ramah, cepat, dan responsif terhadap setiap kebutuhan dan aduan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tegal Akhmad Kholid menekankan pentingnya antisipasi titik-titik rawan kemacetan. Ia meminta jajaran kepolisian cermat memetakan potensi kepadatan lalu lintas agar arus kendaraan tetap lancar.
Kholid juga menginstruksikan para camat untuk menggerakkan tokoh masyarakat di tingkat desa agar turut menjaga kondusivitas wilayah.
“Libatkan masyarakat secara aktif dan segera laporkan setiap kejadian agar bisa cepat ditangani,” katanya.
Terkait perbaikan infrastruktur, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah menjadikan perbaikan jalan sebagai prioritas, dengan pelaksanaan yang menyesuaikan kondisi cuaca agar hasilnya optimal.
Di sisi pengamanan, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menyatakan kesiapan jajarannya dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan, khususnya kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor).
“Kami akan meningkatkan patroli dan pengamanan. Kami juga meminta para camat mengaktifkan kembali pos ronda sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga kondusivitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan, terutama untuk mencegah potensi tawuran dan gangguan kamtibmas lainnya.
Menutup rapat koordinasi, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud menegaskan seluruh perangkat daerah harus memperkuat sinergi dan komunikasi lintas sektor. Ia meminta setiap kebijakan yang telah disepakati dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
“Momentum Idul Fitri ini harus kita jadikan bukti bahwa pemerintah hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (VA/AD/MA)







