Slawi — Sekolah Luar Biasa (SLB) Manunggal Slawi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 di lingkungan sekolah setempat. Pada kesempatan tersebut, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tegal untuk terus mendorong terwujudnya pendidikan yang inklusif, adil, dan tanpa diskriminasi bagi seluruh anak di daerahnya, Kamis (12/02/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Ischak menyampaikan bahwa keberadaan SLB Manunggal Slawi memiliki peran strategis dalam mencerdaskan anak-anak berkebutuhan khusus sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk berkembang secara optimal.
“Semua warga masyarakat Kabupaten Tegal harus mendapatkan pendidikan yang maksimal dan inklusif, tanpa terkecuali,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi para guru yang dinilai memiliki kesabaran, ketulusan, serta dedikasi tinggi dalam mendidik dan membimbing siswa berkebutuhan khusus.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Ischak turut memberikan penghargaan kepada Yayasan Keluarga Sejahtera Manunggal Slawi serta perusahaan Sosro atas kontribusinya dalam bidang pendidikan dan sosial, termasuk pengelolaan panti asuhan bagi anak-anak yatim dan kurang mampu.
Sementara itu, Sugiarti Sosrodjoyo menjelaskan bahwa Yayasan Keluarga Sejahtera Manunggal yang didirikan pada 10 Juli 1986 telah berkiprah hampir empat dekade dalam pelayanan sosial dan pendidikan di Kabupaten Tegal. Ia menyampaikan bahwa yayasan tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, tetapi juga memberikan santunan serta bantuan pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami membiayai pendidikan mereka hingga jenjang D1 sebagaimana anak kami sendiri, tanpa membeda-bedakan latar belakang,” ungkapnya.
Menurutnya, seluruh kegiatan yayasan dilandasi niat tulus untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Adapun Kepala SLB Manunggal Slawi Ardana Edi Karsanta menegaskan bahwa siswa berkebutuhan khusus perlu diberikan perhatian dan kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Siswa-siswa kami tidak perlu dikasihani. Beri mereka perhatian dan kesempatan agar dapat mandiri serta mengembangkan potensinya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada yayasan, para guru, dan seluruh donatur yang telah mendukung kemajuan SLB Manunggal Slawi selama 38 tahun terakhir.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-38, kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan kepada 26 anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. (AD/MA)








